Selasa, 06 Desember 2016

Forum Menteri Agama ASEAN Dorong Pendidikan Pemuda untuk Medsos Produktif

 
Sebagaimana berita yang dilansir oleh NU Online.or.id. Forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) bersepakat untuk menggalakan edukasi kepada para pemuda di negara anggota MABIMS agar dapat memanfaatkan sarana media sosial (medsos) dengan bijak dan positif.

Salah satu rumusan hasil MABIMS 18 di Kuala Lumpur ini melahirkan kesepahaman perlunya gerakan bersama mengoptimalkan energi para pemuda dalam memanfaatkan media sosial untuk kegiatan kewirausahaan, ekonomi, serta membuat aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Di samping itu, edukasi juga diperlukan untuk mengembangkan tradisi tabayyun terkait informasi yang beredar di media sosial.

Sebelumnya, Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia Mejar Jenderal Dato Seri Jamil Khir bin Haji Baharom secara eksplisit bahkan mengaku prihatinan dengan pesan fitnah dan kebencian yang berkembang di media sosial.

Akan hal ini, Menteri Komunikasi dan Informasi Merangkap Menteri bertanggung Jawab Bagi Ehwal Masyarakat Islam Yacoob Ibrahim mengatakan bahwa media sosial memang dunia anak muda. Karenanya, pendekatan yang diperlukan bukan melarang tapi mendorong mereka untuk menyalurkan potensinya secara positif.

Menurut Yacoob, para pemuda Singapura diajak untuk membuat enterpreneurship berbasis IT. Mereka diajak membuat aplikasi yang akan memberikan kebaikan kepada umat Islam.

Pengiran Dato Seri Setia Haji Mohammad bin Pengiran Haji Abdul Rahman selaku Menteri Hal Ehwal Ugama Negera Brunei Darussalam menyambut baik program yang sudah dilakukan di Singapura. Menurutnya, kebanyakan pemuda masih sebatas menjadi pengguna TI, bukan sebagai pencipta. Karenanya, upaya untuk mengajak generasi muda lebih produktif harus dijadikan gerakan berasama.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menegaskan hal yang sama. Menurutnya, era digital adalah hal niscaya dan tidak bisa dielakkan. Masalah muncul karena keterlambatan upaya dalam menyiapkan masyarakat untuk memahami hakikat dunia maya.

"Upaya kita untuk menyadarkan masyarakat dalam menerima era yang begitu cepat itu mengalami keterlambatan. Percepatan digitalisasi melampaui kesadaran masyarakat kita untuk menyikapi hal ini," ujar Lukman.

"Kita harus memberikan edukasi kepada umat kita agar bijak dalam menggunakan media sosial," tambahnya.

Selain edukasi yang masif, Menag juga menggarisbawahi pentingnya pertemuan para pemuda guna memperdalam literasi mereka terkait perkembangan media sosial dan teknologi informasi.(Sumber NU Online)

Ansor Jateng Instruksikan Kader Patroli Medsos


Semarang, ansorjateng.net, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, menginstruksikan pada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Jawa Tengah, untuk merapatkan barisan dan meningkatkan soliditas menghadapi situasi terakhir.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanuddin menjelaskan, sesuai penegasan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas, bahwa perbedaan pendapat yang dilontarkan berbagai pihak di dunia maya telah semakin hari kian memanas dan dapat menyulut konflik.
Sebelumnya, beberapa ulama dan tokoh agama seperti Buya Syafii Ma’arif, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, KH Quraish Shihab, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) hingga KH Maemun Zubair (Mbah Maemun), tak luput dari cacian, kecaman dan makian dari netizen di media sosial (medsos).
Akhirnya, sejumlah pelaku yang berhasil dideteksi para pasukan Banser di berbagai daerah, para pelaku diantar untuk bertemu langsung dengan para tokoh tersebut. Dan mereka menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Menyikapi kondisi sikap netizen yang tanpa kontrol moral dan etika, mem-bully, menjelek-jelekkan, bahkan menghina secara fisik tokoh-tokoh agama dan ulama, maka PW GP Ansor Jateng menginstruksikan pada 112 ribu Banser se Jateng yang ada di tiap desa dan kelurahan, untuk melakukan patroli.
“PW GP Ansor Jateng menginstruksikan ke Banser untuk melakukan patroli di sosial media,” tegasnya,” Selasa (29/11).
Ia juga menegaskan, meski telah menyiagakan kader khusus yang ahli di bidang IT, patroli juga dilakukan oleh pasukan ‘Banser Darat’. Keduanya saling berkoordinasi berbagi informasi dan data.
“Kami sudah menyiagakan pasukan. Baik pasukan khusus yang menangani IT, maupun pasukan darat untuk melakukan klarifikasi dan tabayun ke pelaku dengan mendatangi rumah yang bersangkutan,” tegasnya.
Namun, Ikhwanuddin menambahkan, PW GP Ansor Jateng meminta pada seluruh kader di Jateng yang bergerak di lapangan untuk tetap berkoordinasi dengan pimpinan. Jangan sampai gerakan di luar komando.
“Semua harus sesuai komando sesuai instruksi Ketua Umum,” tegasnya.
Ansor juga mendesak pada aparat penegak hukum untuk memroses pelaku yang menebar kebencian dan melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Tutut, menyesalkan sikap netizen yang melontarkan hinaan ke para Ulama. Sebab, selain lebih tua para Ulama tersebut adalah panutan umat.
“GP Ansor menghimbau netizen lebih dewasa dan santun dalam menggunakan media sosial. Tak pantas rasanya akun-akun media sosial yang menghina Kiai dan Ulama itu justru banyak milik anak-anak muda yang seharusnya memberi rasa hormat kepada orang lebih tua. Apalagi beliau-beliau itu panutan umat,” tandas Gus Tutut.
GP Ansor mengajak para tokoh masyarakat dan elit politik ikut menyejukkan suasana nasional saat ini dengan tidak melontarkan pernyataan yang cenderung provokatif, menghindari pernyataan yang menyinggung perasaan umat beragama dan menjadi teladan dengan akhlaqul karimah.
“Hari ini kita belajar keteladanan dari akhlaqnya Gus Mus. Beberapa pelaku penghinaan terhadap Gus Mus di Medsos yang datang ke kediaman Beliau untuk meminta maaf diterima dengan baik, tanpa pernah menyinggung kesalahannya. Mereka malah disuguhi makanan, diajak bercanda dan berdiskusi, tidak ada dendam,” ungkapnya.(Sumber Ansorjateng.net)

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan

 

Dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi saat ini khususnya internet dengan dukungan peralatan canggih seperti Komputer dan gadget berimplikasi kepada semakin mudahnya fenomena membagikan dan meng-copy paste artikel atau berita palsu (hoax).

"Copy paste pada dasarnya boleh. Jika yang kita copy pasti berisi sebuah kebenaran. Tapi kalau yang kita copy paste sesuatu yang belum jelas kebenaranya bahkan sesuatu hal yang salah maka kita juga sudah melakukan kesalahan," demikian dikatakan Ketua Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir.

Untuk itu Gus Nawir sapaan akrabnya, menyarankan agar sebelum membagikan berita atau apapun di media sosial untuk mencermatinya terlebih dahulu. Ia juga mengingatkan agar mempertimbangkan efek yang dapat terjadi dari tulisan yang kita bagi dan sebarkan.

Terlebih mengenai permasalahan yang terkait dengan Agama, kiai muda yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini menekankan prinsip kehati-hatian. "Berhati hati ketika kita copas pada group media sosial tentang masalah khilafiyah atau dari sumber islam aliran keras. Ini akan bisa menyebabkan silang pendapat dan terkadang perpecahan," katanya.

Sementara jika yang di-copy merupakan ayat Al-Qur’an, hadits atau qoul ulama haruslah diteliti terlebih dahulu pada sumber yang asli atau kitab induknya, apakah ada kalimat yang hilang atau tidak. "Jika ada kalimat yang hilang pada sumber beritanya maka akan berakibat pada sebuah pemahaman yang salah," katanya.

Yang juga penting menurutnya adalah mengetahui dan mempelajari siapa yang menulis berita serta menelaah motif apa yang dibawanya. "Saat ini kondisi yang sudah sangat memprihatinkan karena semua orang dari semua kalangan bisa menulis dan membagi konten media sosial yang terkadang tidak memperhatikan kebenaran dari yang ditulisnya," ujarnya. (Sumber NU Online)

ANSOR EXPO DAN SEMINAR WIRAUSAHA MERIAHKAN PELANTIKAN GP ANSOR



Salah satu Stand (PAC Kajen) dalam Ansor Expo

Prosesi Pelantikan PC GP Ansor Kab. Pekalongan Masa Khidmah 2016-2020
Seminar Pemberdayaan Ekonomi Ansor Menghadirkan Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Kadin Pekalongan 


Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor kemarin, Ahad (25/9) di Aula PCNU Kab. Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Lembaga Rijalul Ansor dan Departemen-Departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.
Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB Drs.H.Bisri Romly, MM, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.
Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan. Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Kab. Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor.
Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Kab. Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada. Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri.
Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi,  usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.
Sementara itu, selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Syaikhul Alim)

Tangkal Gerakan Islam Radikal, Ansor Optimalkan Majlis Dzikir Rijalul Ansor



Kegiatan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kab. Pekalongan

Untuk menangkal gerakan Islam radikal, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan mengoptimalkan Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Hal ini dilakukan antara lain melalui penguatan aqidah Islam Ahlus sunnah wal jamaah An-Nahdliyyah bagi kader GP Ansor.
H. Sholahuddin Zuhdi, selaku ketua Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Pekalongan menyatakan bahwa kegiatan Rijalul Ansor periode kepengurusan sekarang lebih fokus kepada penguatan pemahaman dan amaliyah internal kader ansor.
"Untuk itu pengurus Rijalul Ansor telah mengagendakan kegiatan rutin bulanan secara bergiliran dari satu PAC ke PAC lainnya. Adapun format kegiatannya diisi dengan khataman Al-Qur'an dilanjutkan kajian dan penguatan aqidah ahlus sunnah waljamaah dengan mengundang narasumber dari Rois Syuriah Nahdlatul 'Ulama Kab. Pekalongan" papar H. Sholahuddin.
H. Sholahuddin yang akrab disapa Gus Sholah, menambahkan bahwa momen kegiatan Rijalul Ansor juga kami maksimalkan untuk koordinasi dan konsolidasi organisasi. Ini cukup efektif mengingat kegiatan rutin bulanan ini diikuti oleh semua pengurus dan anggota Ansor dan Banser dari semua Pimpinan Anak Cabang (Kecamatan).
Sementara itu, M. Azmi Fahmi, selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengingatkan kader Ansor untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Antara lain dengan istiqomah ngaji. Dengan menyitir dawuh Mbah Maemun Zubair bahwa amaliyah terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah ngaji. Dengan  ngaji, selain kapasitas keilmuannya terbangun juga akan meningkatkan spiritualitas seseorang.
"Melalui gerakan Ngaji ini, Lembaga Rijalul Ansor bisa menjadi wadah yang baik dan bermanfaat bagi kader dan masyarakat. Oleh karena itu Ansor berharap terutama kepada pemuda santri atau alumni pesantren untuk dapat bergabung dan menguatkan Rijalul Ansor" tegas Azmi.
Sementara itu, putaran perdana Rijalul Ansor yang dilaksanakan pada Ahad malam Senin (27/11) kemarin dan bertempat di Gedung MWC NU Kedungwuni, Jalan Kebangkitan No. 9 Kedungwuni menghadirkan Dr. KH. Sabilal Rosyad, M.S.I dengan kajian kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah karangan Hadlrotusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari. (Syaikhul Alim)


Ansor Bangun Sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri




Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan menggelar silaturrahim dan audiensi dengan Kadin Kabupaten Pekalongan pada selasa (30/9) kemarin. Kegiatan ini sebagai upaya membangun sinergi dengan Kadin sebagai salah satu stakeholder penggerak ekonomi.
Rombongan PC GP Ansor Kab. Pekalongan beserta tim Departemen Ekonominya diterima Ketua Kadin, H. Faelasuf, SE di kediamannya Kemplong Wiradesa, Kab. Pekalongan.
M. Azmi Fahmi, selaku ketua PC GP Ansor Kab. Pekalongan menyampaikan bahwa salah satu program prioritas PC GP Ansor adalah memberdayakan potensi ekonomi kader menuju terwujudnya kemandirian, untuk itu Ansor bermaksud menimba ilmu kepada Kadin sekaligus menjajagi kemungkinan sinergi program di antara kedua institusi.
Pada kesempatan tersebut, H. Faelasuf, yang juga pengusaha muda sukses, menyambut baik arah, orientasi dan prioritas program PC GP Ansor dalam hal pemberdayaan ekonomi kader. Menurutnya, ini adalah hal yang positif. Sebab sebenarnya secara historis program bidang apapun akan selalu berurusan dengan ekonomi. Bahkan beliau menganalogikan bahwa Nabi dan para penyebar Islam dahulu disamping berdakwah juga berdagang.
"kesadaran membangun ekonomi hal yang sangat baik, bahkan semestinya sudah sejak dulu dilakukan. Ini bisa menjadi virus positif yang harus ditularkan sehingga semakin banyak kader Ansor punya usaha dan bisa mandiri secara ekonomi. Organisasi akan kuat manakala ekonominya juga kuat" tandasnya.
H. Faelasuf, yang juga pemilik Batik Pesisir, menambahkan bahwa setiap kader Ansor apapun profesinya bisa memulai usaha. Untuk memulai usaha jangan menunggu sampai memiliki modal yang besar dan kesiapan mapan, tetapi berangkatlah dari modal yang ada dan dimiliki saat ini. Fikiran, tenaga, kesehatan adalah modal yang dengan itu, kita bisa memulai berbisnis.
"intinya lakukan apa yang anda pikirkan. Jangan terlalu lama berfikir sehingga berakhir dengan tidak melakukan apa-apa" pesannya.
Selain itu, ketua Kadin juga memberikan beberapa kiat sekaligus motivasi untuk membangun kemandirian ekonomi kader. Diantaranya, setiap kader Ansor hendaknya memiliki mimpi besar, karena ini merupakan spirit untuk meraih sukses. Mimpi besar ini harus secara konsisten dijaga sehingga mampu menjadi penyemangat sehingga kader Ansor akan memiliki daya juang yang tinggi untuk meraih sukses.
"Untuk bisa sukses, cara yang paling mudah adalah belajar dari orang yang telah sukses di bidangnya. Misal pingin sukses di bidang batik, maka cari dan belajarlah kepada orang yang paling sukses di bidang perbatikan. Demikian seterusnya di bidang lainnya. Tipsnya ATM, Amati, Tiru dan Modifikasi" terang pria asli Pekalongan ini.
Menurut proyeksi pria 41 tahun ini, ke depan usaha apapun jika ingin sukses tidak bisa melepaskan diri dari dua hal, yaitu Digital Technology dan Data Technology. Sekarang ini tren belanja secara online terus meningkat. Bahkan ada kekhawatiran pengusaha mall suatu saat akan gulung tikar. Untuk itu kader Ansor harus siap menjawab tantangan jaman tersebut dengan menguasai IT.
Mengakhiri audiensi tersebut, ketua PC GP Ansor menyampaikan bahwa untuk memulai gerakan kemandirian ekonomi ini, Ansor akan mendirikan Bussines Center yang menghimpun potensi ekonomi segenap kader. Ini akan menjadi media informasi sekaligus transaksi bisnis di antara kader Ansor. GP Ansor berharap Kadin dapat membantu dan bersinergi dalam mengembangkannya.
"Kadin menyambut baik gagasan brilian tersebut. Namun supaya Bussines Center ini tidak berakhir hanya menjadi museum, Ansor dapat belajar bagaimana mengelolanya dari Bussines Center yang telah sukses. Mudah-mudahan dapat berhasil sesuai yang diharapkan" pungkasnya. (Syaikhul Alim)




ANSOR-BANSER PEKALONGAN KOMITMEN JAGA KEBHINNEKAAN INDONESIA




Ansor dan Banser Kabupaten Pekalongan dalam Apel Nusantara Bersatu

Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Pekalongan menunjukkan komitmennya untuk menjaga kebhinnekaan Indonesia. Hal ini sudah dan terus dikerjakan Ansor melalui program dan kerja penguatan nasionalisme serta menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
GP Ansor mendukung sepenuhnya upaya-upaya berbagai pihak yang menggalang guna merawat keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya kegiatan Apel Nusantara Bersatu yang mengambil tema "Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika".

Kegiatan Apel Nusantara Bersatu ini memiliki nilai strategis di tengah merebak dan menguatnya sentimen primordialisme dan isu sara yang berkembang dengan latar belakang kelompok dan agama. Melalui Apel Nusantara Bersatu ini diharapkan membangun kesadaran kolektif rakyat dan segenap komponen bangsa akan realitas dan fakta kebhinnekaan bangsa Indonesia yang harus dirawat. Perbedaan yang ada semestinya tidak menjadi pemicu perpecahan tetapi justru sumber kekuatan bangsa.

Apel Nusantara Bersatu dilaksanakan di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan pada Rabu (30/11) diikuti ribuan warga dan masyarakat dari tiga daerah yaitu Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Pemalang dengan berbagai latar belakang, baik pelajar/mahasiswa, oganisasi kemasyarakatan, TNI, Kepolisian. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Pemalang dan Wakil Walikota Pekalongan beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dari tiga Kabupaten/kota tersebut. 
Apel Nusantara Bersatu ini diawali dengan devile peserta yang semuanya mengenakan dress code pita merah putih di kepala sebagai bentuk dukungan kebhinnekaan Indonesia menuju ke lokasi alun-alun Kajen. Kegiatan Apel diisi dengan orasi oleh Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Pemalang, orasi oleh perwakilan pelajar dan Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan. Juga disuguhkan pembacaan puisi oleh pelajar dan Seniman Brandal Santri. Tidak kalah juga penampilan Tarian sufi oleh para Polwan dari Polres Pekalongan Kota yang mendapatkan apresiasi dan tepuk tangan meriah para peserta.(Syaikhul alim)







       

ANSOR BANSER KAJEN SENGKUYUNG TMMD



Personel Satkoryon Banser Kajen Berpartisipasi dalam kegiatan TMMD


PAC GP Ansor Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan bersama Satkoryon Banser mendukung sepenuhnya program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2016 yang dilaksanakan di Desa Sambiroto Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Dukungan tersebut diwujudkan dengan partisipasi dan keterlibatan aktif dalam program tersebut. Demikian disampaikan Abdul Muid NSc, ketua PAC GP Ansor Kajen di sela-sela kegiatan Kerja Bakti Pembangunan Jalan tembus Desa Sambiroto Kec. Kajen – Dukuh Sumurwatu Desa Sumurjomblangbogo Kec. Bojong.
Menurutnya, program TMMD ini sangat positif untuk pengembangan desa dan masyarakat sasaran program. Karena program pembangunan infrastruktur dalam TMMD ini akan berdampak perbaikan akses dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu Ansor Banser (SORBAN) Kajen merasa perlu melibatkan diri sebagai bentuk dukungan dan komitmen Ansor Banser pada program pemerintah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain itu kegiatan ini untuk membangun hubungan dan kemitraan yang baik dengan instansi lain terutama TNI dan masyarakat.
Sebagaimana disampaikan Dansatgas Sengkuyung II yang juga Danramil 03/Kajen Kodim 0710 Pekalongan Kapt Inf Parman bahwa program TMMD Sengkuyung II akan merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan makadam jalan dengan volume panjang 1.232 meter, lebar 4 meter, pengaspalan jalan dengan volume panjang 760 meter, lebar 2,8 meter, pembuatan turap dengan volume panjang 120 meter dan tinggi 1 meter serta volume panjang 70 meter, tinggi 1 meter dan pembuatan pelat dekker volume panjang 5 meter, lebar 1 meter sebanyak 2 buah.  Selain itu, TMMD ini juga akan memberikan penyuluhan dan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dan potensi yang ada di lokasi TMMD.
Sementara itu, Komandan Rayon Banser Kec. Kajen, Sabar Budiman TB menuturkan telah mengerahkan jajaran Satkoryon Banser Kajen dan Kader Ansor Kajen untuk membantu sepenuhnya program TMMD ini yang dijadwalkan selama beberapa kali kegiatan. Harapannya partisipasi Ansor Banser Kajen ini bisa menumbuhkan kebersamaan dan kemanunggalan Ansor Banser dengan TNI yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik serta dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat. (Syaikhul Alim)
 
N
E
J
A
K
R
O
S
N
A
P
G
C
A
P