Senin, 17 April 2017

NAPAK TILAS PERJUANGAN, MWC NU KAJEN ZIARAHI MAKAM TOKOH NU


Napak Tilas Ziaroh Tokoh NU Kecamatan Kajen
dalam rangka Harlah ke-94 NU dan Menyambut Konferensi MWC NU Kajen

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan melakukan napak tilas perjuangan dengan menggelar ziaroh para tokoh NU Kecamatan Kajen Jum'at (14/4) kemarin. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka peringatan Hari Lahir ke-94 NU sekaligus menyambut Konferensi MWC NU Kajen yang akan dihelat pada 24 April 2017 nanti.
Syaikhul Alim, Sekretaris panitia menjelaskan kegiatan napak tilas ini bertujuan mengenalkan, mendo'akan serta mengenang perjuangan para tokoh NU yang telah berjasa menebarkan Islam ala ahlus sunnah waljamaah an-nahdliyah di Kecamatan Kajen.
"Harapan kami, hal ini akan membangkitkan spirit terutama untuk generasi penerus dalam berkhidmah kepada NU, sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan tokoh dan merajut ketersambungan antar generasi" tambahnya.
Lebih lanjut, Syaikhul Alim menjelaskan, kenyataan yang sering terjadi generasi muda acapkali "kepaten obor" karena tidak mengenal sejarah dan tokoh-tokoh pendahulunya. Padahal capaian dan keberhasilan generasi saat ini tidak mungkin berdiri sendiri tanpa sumbangsih generasi sebelumnya. Dalam konteks ini, kegiatan ziaroh yang dipraktikkan nahdliyin pada umumnya menemukan elan vitalnya sebagai salah satu tradisi ritual yang penting dan bermanfaat.
Sementara itu, H. Saifudin Zuhri, ketua MWC NU Kajen menyambut baik kegiatan ziaroh Tokoh NU ini dan mengharapkan untuk bisa ditradisikan oleh kepengurusan NU di Kecamatan Kajen karena disamping merupakan perintah agama juga juga mendatangkan manfaat yang besar.
Ziaroh napak tilas ini sendiri diikuti oleh ratusan peserta dari unsur pengurus MWC NU Kajen, Badan Otonom di lingkungan NU Kajen serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Kajen. Setidaknya ada 4 lokasi yang ziarahi meliputi pemakaman umum di Kelurahan Kajen, Pemakaman Umum di Dukuh Krajan Desa Pekiringanageng, Kompleks Pemakaman di Pondok Pesantren Al-Utsmani Winong Gejlig serta Kompleks Pemakaman Desa Rowolaku. (Alim Mustofa)
Di Pemakaman Tokoh NU Rowolaku


Di Pemakaman Desa Pekiringan ageng
 
Di Pemakaman Ponpes Al-Utsmani



RIBUAN NAHDLIYIN MERIAHKAN KARNAVAL ASWAJA

Peserta Karnaval Aswaja yang digelar MWC NU Kajen
dalam rangka Harlah ke-94 NU dan menyambut Konferensi MWC NU Kajen

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan menggelar Karnaval Aswaja sebagai kegiatan perdana dari serangkaian acara dalam rangka memeriahkan Hari Lahir NU yang ke-91 Masehi/94 Hijriyah sekaligus menyambut kegiatan Konferensi MWC NU Kajen Minggu (9/4) kemarin.
Hadir dalam Kegiatan Karnaval yang berlangsung sangat meriah Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti dan sekaligus berkenan memberikan sambutan dan mengibaskan bendera Start.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kegiatan Karnaval ini sebagai kegiatan yang positif dan baik dan menjadi wahana mempersatukan warga masyarakat khususnya di dalam organisasi Nahdlatul 'ulama.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga menyampaikan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama atas segala kontribusinya terhadap Pemerintah Daerah dan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dengan kiprahnya menyelenggarakan pendidikan dari jenjang PAUD, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP sampai dengan SMA/MA/SMK" tambah Arini.
 Tak lupa Arini mengucapkan selamat Harlah ke-91 M/94 H Nahdlatul 'Ulama, teriring harapan semoga NU semakin jaya dan semakin bermanfaat untuk masyarakat.
Sementara itu, H. Saifudin Zuhri, Ketua MWC NU Kajen mengatakan bahwa kegiatan karnaval yang mengambil tema "Dengan Peringatan Harlah ke-91 M/94 H NU, Kita Jaga Kesatuan dan Keutuhan NKRI" diikuti 3000an peserta dari siswa-siswi PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMK Ma'arif NU Kajen. Masing-masing satuan pendidikan juga menampilkan grup drumband.
Tidak ketinggalan juga seluruh Badan Otonom NU Kecamatan Kajen turut ambil bagian dari IPNU-IPPNU, GP Ansor, Fatayat NU serta muslimat NU. Karnaval semakin meriah dengan hadirnya grup Sholawat KGP (Kesatuan Gerak Positif) dari Kertijayan Buaran dengan personel kurang lebih 1000 orang.
 Adapun rute yang dilalui start dari Jalan Mandurorejo di depan Gedung Golkar menuju ke perempatan Sibedug kemudian ke arah selatan masuk Jalan Diponegoro menuju panggung kehormatan di depan Masjid Jami' Kajen dimana telah menunggu untuk menyaksikan defile karnaval Ibu Wakil Bupati, segenap Muspika Kecamatan Kajen, Jajaran pengurus MWC NU Kajen baik Syuriyah maupun Tanfidziyah serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Kajen.
Dari pantauan, jumlah peserta yang mencapai 3000an sempat memacetkan jalan Diponegoro Kajen, namun dengan kesigapan tim keamanan dari Polsek Kajen dibantu personel Satkoryon Banser Kajen dan CBP IPNU keadaan lalu lintas tetap lancar dan terkendali.(Alim Mustofa)

Minggu, 12 Februari 2017

ANSOR SOFT OPENING SORBAN NUSANTARA



M. Azmi Fahmi, Ketua PC GP Ansor Kab. Pekalongan memberikan sambutan 
pada peresmian Kantor Cabang PT Sorban Nusantara Kab. Pekalongan

Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan melakukan Soft Opening Kantor Cabang PT Sorban Nusantara Tourism bertempat di Gedung Sentral Bisnis Ansor (SBA) Jalan Raya Karangdowo Nomor 10 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Minggu kemarin (12/2).
Peresmian Kantor Cabang perusahaan Travel Umroh dan Haji plus resmi milik GP Ansor tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi.
Acara peresmian berlangsung cukup meriah dengan dihadiri oleh Manajemen Sorban Nusantara Kabupaten Pekalongan, PCNU Kabupaten Pekalongan, PW GP Ansor Jawa Tengah, PC GP Ansor, Dewan Penasihat PC GP Ansor, pengurus MWC NU, PAC GP Ansor se-Kabupaten Pekalongan, segenap marketing Sorban Nusantara serta sejumlah calon jamaah umroh.
Mewakili Manajemen PT Sorban Nusantara, H.M. Sholahudin Zuhdi menjelaskan bahwa PT Sorban Nusantara Tourism yang secara resmi beroperasi secara nasional sejak Oktober 2016 hingga Februari 2017 ini telah memberangkatkan jamaah umroh sebanyak 11 kloter dengan jumlah lebih dari 1000 jamaah dengan mengutamakan pelayanan prima dan sepenuhnya dikelola oleh kader-kader Ansor baik ketika pengurusan jamaah di tanah air sampai dengan pelaksanaan umroh di Arab Saudi.
Lebih lanjut, Gus Sholah memaparkan bahwa PT Sorban Nusantara Tourims cabang Kabupaten Pekalongan menawarkan program umroh reguler selama 12 hari dengan biaya 25 jutaan. Pekalongan. PT Sorban Nusantara juga menawarkan program Haji Plus 1 tahun berangkat. Selain itu, PT Sorban Nusantara juga menjalin kerja sama dengan KSPPS Ankasa dengan membuka tabungan umroh dengan setoran ringan hanya Rp 550.000,- per bulan selama 36 kali/ 3 tahun dan akan diberangkatkan pada tahun 2019 sekaligus umroh bersama Pengurus PC GP Ansor Kab.
Sementara itu dalam sambutannya, ketua PC GP Ansor Kab. Pekalongan M. Azmi Fahmi menyampaikan bahwa peresmian PT Sorban Nusantara Tourims merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi GP Ansor yakni pemberdayaan potensi kader dan mewujudkan kemandirian ekonomi kader dan organisasi.
"Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, PC GP Ansor Kab. Pekalongan telah membentuk Pusat Bisnis Ansor yang mewadahi tiga kegiatan sekaligus yakni KSPPS Ankasa, Sentral Bisnis Ansor sebagai media promosi dan transaksi produk-produk kader Ansor serta Sorban Nusantara Tourism yang hari ini secara resmi kita launching" terang Azmi.
Pada kesempatan peresmian tersebut juga dibuka pendaftaran tabungan umroh yang mendapat sambutan antusias dari calon jamaah. Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam telah resmi mendaftar 40 orang calon peserta tabungan umroh. Suasana peresmian bertambah semarak dengan adanya pengundian Doorprize berupa berbagai macam hadiah hiburan dan hadiah utama berupa "Umroh Gratis" untuk calon jamaah yang telah mendaftar.
Bagi calon peserta di Wilayah Kecamatan Kajen dan sekitarnya yang berminat dapat menghubungi Marketing Sahabat Wahyudin di Nomer HP 081548033915.
By. Alim_ustov@rocketmail.com 
  
   

Selasa, 06 Desember 2016

Forum Menteri Agama ASEAN Dorong Pendidikan Pemuda untuk Medsos Produktif

 
Sebagaimana berita yang dilansir oleh NU Online.or.id. Forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) bersepakat untuk menggalakan edukasi kepada para pemuda di negara anggota MABIMS agar dapat memanfaatkan sarana media sosial (medsos) dengan bijak dan positif.

Salah satu rumusan hasil MABIMS 18 di Kuala Lumpur ini melahirkan kesepahaman perlunya gerakan bersama mengoptimalkan energi para pemuda dalam memanfaatkan media sosial untuk kegiatan kewirausahaan, ekonomi, serta membuat aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Di samping itu, edukasi juga diperlukan untuk mengembangkan tradisi tabayyun terkait informasi yang beredar di media sosial.

Sebelumnya, Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia Mejar Jenderal Dato Seri Jamil Khir bin Haji Baharom secara eksplisit bahkan mengaku prihatinan dengan pesan fitnah dan kebencian yang berkembang di media sosial.

Akan hal ini, Menteri Komunikasi dan Informasi Merangkap Menteri bertanggung Jawab Bagi Ehwal Masyarakat Islam Yacoob Ibrahim mengatakan bahwa media sosial memang dunia anak muda. Karenanya, pendekatan yang diperlukan bukan melarang tapi mendorong mereka untuk menyalurkan potensinya secara positif.

Menurut Yacoob, para pemuda Singapura diajak untuk membuat enterpreneurship berbasis IT. Mereka diajak membuat aplikasi yang akan memberikan kebaikan kepada umat Islam.

Pengiran Dato Seri Setia Haji Mohammad bin Pengiran Haji Abdul Rahman selaku Menteri Hal Ehwal Ugama Negera Brunei Darussalam menyambut baik program yang sudah dilakukan di Singapura. Menurutnya, kebanyakan pemuda masih sebatas menjadi pengguna TI, bukan sebagai pencipta. Karenanya, upaya untuk mengajak generasi muda lebih produktif harus dijadikan gerakan berasama.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menegaskan hal yang sama. Menurutnya, era digital adalah hal niscaya dan tidak bisa dielakkan. Masalah muncul karena keterlambatan upaya dalam menyiapkan masyarakat untuk memahami hakikat dunia maya.

"Upaya kita untuk menyadarkan masyarakat dalam menerima era yang begitu cepat itu mengalami keterlambatan. Percepatan digitalisasi melampaui kesadaran masyarakat kita untuk menyikapi hal ini," ujar Lukman.

"Kita harus memberikan edukasi kepada umat kita agar bijak dalam menggunakan media sosial," tambahnya.

Selain edukasi yang masif, Menag juga menggarisbawahi pentingnya pertemuan para pemuda guna memperdalam literasi mereka terkait perkembangan media sosial dan teknologi informasi.(Sumber NU Online)

Ansor Jateng Instruksikan Kader Patroli Medsos


Semarang, ansorjateng.net, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, menginstruksikan pada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Jawa Tengah, untuk merapatkan barisan dan meningkatkan soliditas menghadapi situasi terakhir.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanuddin menjelaskan, sesuai penegasan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas, bahwa perbedaan pendapat yang dilontarkan berbagai pihak di dunia maya telah semakin hari kian memanas dan dapat menyulut konflik.
Sebelumnya, beberapa ulama dan tokoh agama seperti Buya Syafii Ma’arif, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, KH Quraish Shihab, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) hingga KH Maemun Zubair (Mbah Maemun), tak luput dari cacian, kecaman dan makian dari netizen di media sosial (medsos).
Akhirnya, sejumlah pelaku yang berhasil dideteksi para pasukan Banser di berbagai daerah, para pelaku diantar untuk bertemu langsung dengan para tokoh tersebut. Dan mereka menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Menyikapi kondisi sikap netizen yang tanpa kontrol moral dan etika, mem-bully, menjelek-jelekkan, bahkan menghina secara fisik tokoh-tokoh agama dan ulama, maka PW GP Ansor Jateng menginstruksikan pada 112 ribu Banser se Jateng yang ada di tiap desa dan kelurahan, untuk melakukan patroli.
“PW GP Ansor Jateng menginstruksikan ke Banser untuk melakukan patroli di sosial media,” tegasnya,” Selasa (29/11).
Ia juga menegaskan, meski telah menyiagakan kader khusus yang ahli di bidang IT, patroli juga dilakukan oleh pasukan ‘Banser Darat’. Keduanya saling berkoordinasi berbagi informasi dan data.
“Kami sudah menyiagakan pasukan. Baik pasukan khusus yang menangani IT, maupun pasukan darat untuk melakukan klarifikasi dan tabayun ke pelaku dengan mendatangi rumah yang bersangkutan,” tegasnya.
Namun, Ikhwanuddin menambahkan, PW GP Ansor Jateng meminta pada seluruh kader di Jateng yang bergerak di lapangan untuk tetap berkoordinasi dengan pimpinan. Jangan sampai gerakan di luar komando.
“Semua harus sesuai komando sesuai instruksi Ketua Umum,” tegasnya.
Ansor juga mendesak pada aparat penegak hukum untuk memroses pelaku yang menebar kebencian dan melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Tutut, menyesalkan sikap netizen yang melontarkan hinaan ke para Ulama. Sebab, selain lebih tua para Ulama tersebut adalah panutan umat.
“GP Ansor menghimbau netizen lebih dewasa dan santun dalam menggunakan media sosial. Tak pantas rasanya akun-akun media sosial yang menghina Kiai dan Ulama itu justru banyak milik anak-anak muda yang seharusnya memberi rasa hormat kepada orang lebih tua. Apalagi beliau-beliau itu panutan umat,” tandas Gus Tutut.
GP Ansor mengajak para tokoh masyarakat dan elit politik ikut menyejukkan suasana nasional saat ini dengan tidak melontarkan pernyataan yang cenderung provokatif, menghindari pernyataan yang menyinggung perasaan umat beragama dan menjadi teladan dengan akhlaqul karimah.
“Hari ini kita belajar keteladanan dari akhlaqnya Gus Mus. Beberapa pelaku penghinaan terhadap Gus Mus di Medsos yang datang ke kediaman Beliau untuk meminta maaf diterima dengan baik, tanpa pernah menyinggung kesalahannya. Mereka malah disuguhi makanan, diajak bercanda dan berdiskusi, tidak ada dendam,” ungkapnya.(Sumber Ansorjateng.net)

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan

 

Dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi saat ini khususnya internet dengan dukungan peralatan canggih seperti Komputer dan gadget berimplikasi kepada semakin mudahnya fenomena membagikan dan meng-copy paste artikel atau berita palsu (hoax).

"Copy paste pada dasarnya boleh. Jika yang kita copy pasti berisi sebuah kebenaran. Tapi kalau yang kita copy paste sesuatu yang belum jelas kebenaranya bahkan sesuatu hal yang salah maka kita juga sudah melakukan kesalahan," demikian dikatakan Ketua Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir.

Untuk itu Gus Nawir sapaan akrabnya, menyarankan agar sebelum membagikan berita atau apapun di media sosial untuk mencermatinya terlebih dahulu. Ia juga mengingatkan agar mempertimbangkan efek yang dapat terjadi dari tulisan yang kita bagi dan sebarkan.

Terlebih mengenai permasalahan yang terkait dengan Agama, kiai muda yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini menekankan prinsip kehati-hatian. "Berhati hati ketika kita copas pada group media sosial tentang masalah khilafiyah atau dari sumber islam aliran keras. Ini akan bisa menyebabkan silang pendapat dan terkadang perpecahan," katanya.

Sementara jika yang di-copy merupakan ayat Al-Qur’an, hadits atau qoul ulama haruslah diteliti terlebih dahulu pada sumber yang asli atau kitab induknya, apakah ada kalimat yang hilang atau tidak. "Jika ada kalimat yang hilang pada sumber beritanya maka akan berakibat pada sebuah pemahaman yang salah," katanya.

Yang juga penting menurutnya adalah mengetahui dan mempelajari siapa yang menulis berita serta menelaah motif apa yang dibawanya. "Saat ini kondisi yang sudah sangat memprihatinkan karena semua orang dari semua kalangan bisa menulis dan membagi konten media sosial yang terkadang tidak memperhatikan kebenaran dari yang ditulisnya," ujarnya. (Sumber NU Online)

ANSOR EXPO DAN SEMINAR WIRAUSAHA MERIAHKAN PELANTIKAN GP ANSOR



Salah satu Stand (PAC Kajen) dalam Ansor Expo

Prosesi Pelantikan PC GP Ansor Kab. Pekalongan Masa Khidmah 2016-2020
Seminar Pemberdayaan Ekonomi Ansor Menghadirkan Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Kadin Pekalongan 


Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor kemarin, Ahad (25/9) di Aula PCNU Kab. Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Lembaga Rijalul Ansor dan Departemen-Departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.
Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB Drs.H.Bisri Romly, MM, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.
Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan. Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Kab. Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor.
Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Kab. Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada. Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri.
Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi,  usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.
Sementara itu, selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Syaikhul Alim)

Tangkal Gerakan Islam Radikal, Ansor Optimalkan Majlis Dzikir Rijalul Ansor



Kegiatan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kab. Pekalongan

Untuk menangkal gerakan Islam radikal, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan mengoptimalkan Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Hal ini dilakukan antara lain melalui penguatan aqidah Islam Ahlus sunnah wal jamaah An-Nahdliyyah bagi kader GP Ansor.
H. Sholahuddin Zuhdi, selaku ketua Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Pekalongan menyatakan bahwa kegiatan Rijalul Ansor periode kepengurusan sekarang lebih fokus kepada penguatan pemahaman dan amaliyah internal kader ansor.
"Untuk itu pengurus Rijalul Ansor telah mengagendakan kegiatan rutin bulanan secara bergiliran dari satu PAC ke PAC lainnya. Adapun format kegiatannya diisi dengan khataman Al-Qur'an dilanjutkan kajian dan penguatan aqidah ahlus sunnah waljamaah dengan mengundang narasumber dari Rois Syuriah Nahdlatul 'Ulama Kab. Pekalongan" papar H. Sholahuddin.
H. Sholahuddin yang akrab disapa Gus Sholah, menambahkan bahwa momen kegiatan Rijalul Ansor juga kami maksimalkan untuk koordinasi dan konsolidasi organisasi. Ini cukup efektif mengingat kegiatan rutin bulanan ini diikuti oleh semua pengurus dan anggota Ansor dan Banser dari semua Pimpinan Anak Cabang (Kecamatan).
Sementara itu, M. Azmi Fahmi, selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengingatkan kader Ansor untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Antara lain dengan istiqomah ngaji. Dengan menyitir dawuh Mbah Maemun Zubair bahwa amaliyah terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah ngaji. Dengan  ngaji, selain kapasitas keilmuannya terbangun juga akan meningkatkan spiritualitas seseorang.
"Melalui gerakan Ngaji ini, Lembaga Rijalul Ansor bisa menjadi wadah yang baik dan bermanfaat bagi kader dan masyarakat. Oleh karena itu Ansor berharap terutama kepada pemuda santri atau alumni pesantren untuk dapat bergabung dan menguatkan Rijalul Ansor" tegas Azmi.
Sementara itu, putaran perdana Rijalul Ansor yang dilaksanakan pada Ahad malam Senin (27/11) kemarin dan bertempat di Gedung MWC NU Kedungwuni, Jalan Kebangkitan No. 9 Kedungwuni menghadirkan Dr. KH. Sabilal Rosyad, M.S.I dengan kajian kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah karangan Hadlrotusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari. (Syaikhul Alim)